Tidak dipungkiri memasuki era milenial seperti sekarang ini, perlahan-lahan beberapa jenis permainan tradisional sudah ditinggalkan oleh beberapa anak anak masa kini, ya walaupun masih ada beberapa daerah yang mempertahankan budaya permainan jaman dulu ini. Termasuk dalam kegiatan PJOK di SD Muda, beberapa anak anak masih ada yang antusias, namun ada juga yang tidak menanggapi dan lebih kembali memilih “main bola” bagi anak laki-laki.

Namun, Guru harus kreatif, inilah pembelajaran. Guru harus dapat mengemas sedemikian rupa agar setiap materi yang disampaikan menarik khususnya bagi siswa/i kelas 1, sahut salah satu siswa “yang seru pak olahraga nya ya!” nampak raut wajah sang guru terlipat, bak seperti tugas berat dipikul sang guru Penjas, khawatir tidak berhasil. hehe…
Namun dengan jawaban semangat, sang guru pun berucap “Siap nak!” 😄
Sekedar untuk diketahui, Ini adalah Tahun ke-6 mengajar olahraga di kelas 1, secara pengalaman mungkin belum cukup, dibandingkan guru yang sudah bersertifikasi dan penuh pengalaman. ☺

Disisi lain, Guru Olahraga khususnya harus bisa mengambil hati / simpati anak, karena kalau sudah Galak, anak akan takut dan walaupun bukan galak atau hanya tegas, kadang mereka juga takut karena belum bisa membedakan.. Masuknya sang Guru ke dunia mereka, Maka pembelajaran Olahraga akan berhasil.
Dengan keunikan masing masing siswa, sang guru Olahraga/Penjaskes/Penjasorkes/PJOK *banyak juga nama mapel ini 😬
Guru tersebut juga dituntut untuk memahami bahwa setiap anak memiliki potensi nya masing-masing. Sebisa mungkin karakteristik anak juga harus bisa dipahami agar mengetahui cara efektif apabila si anak terdapat kesulitan di dalam pembelajaran psikomotorik (PJOK). Selain itu bentuk penghargaan sekecil apapun kepada anak juga sangat penting untuk memberikan efek positif dan nilai kepercayaan diri terhadap diri anak. banyak contohnya, misal ; “yak.. Kamu hebat nak! Gerakan kamu Bagus nak! Dan sebagainya… 👏👏

Sekali lagi Kesulitan memang ada, namun selagi kita mau belajar dan berusaha.. InsyaAllah kita bisa. Karena Allah katakan bersama kesulitan pasti ada kemudahan.
(Ash-Syarh-6)
Ust. Imam Budi Santoso, S.Pd
(Guru Olahraga SD Muda Cileungsi)
_19 Januari 2019_